2. MENDENGAR
Ketika
tabir Bait Allah terbelah dua, di saat itulah pintu komunikasi dengan
Allah kita terbuka. Kita mendapat anugerah yang besar, yaitu dapat
langsung berkomunikasi dengan Allah Bapa. Kita bisa langsung mendengar
suaraNya. Bahkan dengan berbagai cara Dia menyampaikan firmanNya.
Tentunya
tidak boleh kita lupakan bahwa sumber utama suara Tuhan adalah melalui
firmanNya. Ada dua hal yang cukup penting agar kita dapat mendengar
suaraNya lebih jelas lagi:
a. Suara Tuhan mungkin hampir tidak terdengar bagi sebagian orang. Hal ini dikarenakan kurangnya persekutuan dengan Tuhan.
Bagaikan
sebuah radio yang harus mempunyai frekuensi yg tepat untuk mendengar
siaran tertentu. Demikian juga kita harus menyetel “frekuensi” kita agar
bisa mendengar suaraNya.
Masuk
dalam perenungan firmanNya, masuk dalam saat teduh pribadi. Dalam kitab
Mazmur terdapat kata “Sela “ sebanyak 71 kali. Kata ini mengandung arti
“perenungan”. Dengan banyak membaca dan merenungkan firman Tuhan, kita
melatih telinga rohani kita untuk dapat mendengar suara Tuhan dengan
jelas.
b. Kapasitas kita harus semakin bertambah.
Kita harus terus bertumbuh secara rohani agar semakin banyak rahasiaNya yang disingkapkan bagi kita.
Jangan
menjadi bergantung hanya kepada hamba Tuhan saja (misal untuk hal-hal
yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri), karena Tuhan mau setiap pribadi
dapat bertumbuh di dalam Dia.
Dalam
kitab 2 Raja-raja 4:3-6 terdapat kisah tentang minyak seorang janda.
Janda tersebut mengalami mujizat dimana minyak yang dituangkannya tidak
habis-habis. Ketika persediaan bejananya sudah terisi semua, barulah
minyak tersebut berhenti mengalir.
Dari kisah ini kita melihat bahwa harus ada cukup banyak bejana kosong agar minyak dapat tercurah terus.
Tuhan Allah kita MAHA Besar. Dia
rindu memberikan anugerahNya lebih lagi bagi kita. Sekarang tinggal
kita sendiri, apakah kapasitas yang kita miliki cukup besar seperti
bejana tadi, sehingga kita dapat menerima lebih banyak lagi dari Tuhan.
Dengan
banyak membaca firmanNya, membaca buku-buku rohani, ikut pelajaran
Alkitab, mendengarkan kaset-kaset khotbah, mencari referensi-referensi
lainnya seperti kamus, konkordansi, Alkitab versi lain seperti King
James Version, dan lain-lain, maka kita melatih diri kita untuk dapat
lebih peka lagi mendengar suaraNya.
Tetapi
apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang
yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk
memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina
bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah
untuk meniadakan apa yang berarti (1Kor 1:27-28).
Juga
benar apa yang dikatakan: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar
ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin
mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya; karena
kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga.
Berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar